Polling Website

Bagaimana Keakuratan Informasi yang tersedia ?

Artikel Terakhir

Calendar

« Nov 2020 »
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitor Online1
mod_mod_visitcounterHits3077
mod_mod_visitcounterToday1
mod_mod_visitcounterYesterday10
mod_mod_visitcounterThis week53
mod_mod_visitcounterThis month173
mod_mod_visitcounterAll days2206

Sejarah Singkat Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe


Sejarah Singkat Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
 
Kota Lhokseumawe lahir akibat pemekaran daerah dari Kabupaten Aceh Utara berdasarkan Undang-undang No.2 Tahun 2001 tentang pembentukan Kota Lhokseumawe.
 
Kota Lhokseumawe memiliki ektensi untuk membangun kompetensi daerah yang berdaya saing dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peningkatan kualitas pelayanan di Kecamatan Banda Sakti.
 
Menurut catatan sejarah sebagai bagian dari sejarah Aceh pada umumnya, sejarah Pemko Lhokseumawe pada khususnya, Kecamatan Banda Sakti dahulunya merupakan bagian dari daerah Kerajaan Samudera Pase, salah satu kerajaan tertua yang pernah dicatat dalam sejarah.
 
Kecamatan Banda Sakti dengan Ibu Kotanya Lhokseumawe, yang kini merupakan pusat pemerintahan Kota, dulunya juga merupakan bandar pelabuhan yang ramai dalam perdagangan keluar negeri terutama dengan Malaka, Pulau Pinang dan Negeri Siam. Tentang pelabuhan ini juga patut dicatat bahwa pada masa-masa permulaan kemerdekaan, Pelabuhan Lhokseumawe merupakan salah satu pelabuhan utama yang besar andilnya terhadap Republik Indonesia. Dimana, pelabuhan ini turut menunjang gelar daerah Aceh sebagai daerah modal.
 
Di zaman pemerintah Kolonial Belanda daerah yang kini sudah menjadi Kecamatan Banda Sakti adalah salah satu daerah dengan pemerintah tersendiri yang disebut dengan Zolf Besttuurder Van Lhokseumawe. Pada zaman kemerdekaan Besttuurder Van Lhokseumawe bersama-sama dengan Vestuurder Van Cunda digabung menjadi satu daerah dengan Kecamatan Muara Dua.


Sedangkan bekas Besttuurder Van Lhokseumawe disamping 3 (tiga) kemukiman lainnya dalam Kecamatan Muara Dua, keadaan ini berlangsung hingga akhir tahun 1964.
 
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur, Kepala Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh tanggal 30 November 1964 nomor 24/G.A/1964, terhitung sejak tanggal 01 Desember 1964, ditetapkan bahwa kemukiman Lhokseumawe dipisahkan dari kecamatan Muara Dua, dijadikan satu kecamatan sendiri dengan nama “Kecamatan Banda Sakti”. Nama Banda Sakti diberikan oleh Kol. Habib Muhammad Syarif, Danrem Lilawangsa pada saat itu.
 
Peresmian Kecamatan ini dilakukan pada tanggal 08 Desember 1964 yang dilaksanakan oleh Gubernur Kepala Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh Kol. Nyak Adam Kamil, sekaligus diresmikan dan dilantik Sdr. M. Djamil Insya sebagai Camat pertama yang bersal dari pensiunan ABRI. Selaku Wedana untuk memimpin wilayah ini dan sejak tanggal 25 Januari 1965 dibuka dengan resmi kantor kecamatan bertempat di Kuta Blang Lhokseumawe (bekas asrama penampungan).
 
Pemisahan kemukiman Lhokseumawe dari kecamatan Muara Dua menjadi satu kecamatan yang tersendiri adalah wajar, dimana tidak saja secara historis wilayah ini sebelumnya pernah punya pemerintahan sendiri sebagai daerah tempat kedudukan Ibukota Pusat Pemerintahan Daerah Kota Lhokseumawe. Kiranya daerah ini masih perlu mandapatkan perhatian serta pembinaan yang tersendiri karena usia masih sangat muda.
 
Dalam usaha pembentukan kecamatan ini, patut dicatat tokoh-tokoh masyarakat para Kechik/ Kepala Desa dan Pejabat Pemerintahan yang giat memperjuangkan kehendak antara lain adalah Letnan Kolonel Habib Muhammad Syarif (almarhum) yang saat itu menjabat Koman dan Korem 011 Lilawangsa disamping tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah lainnya.


Hingga saat ini Kecamatan Banda Sakti telah dipimpin oleh beberapa Camat Kepala Wilayah antara lain :
1.        M. Djamil Insya
2.        Said Umar Muhammad
3.        Gazali A. Gani, BA
4.        Ali Basyah HS
5.        Drs. Mahyidin AR
6.        Drs. Ramli A. Haitamy
7.        Drs. Djakfar M. Adam
8.        Drs. H. M. Suud
9.        Drs. Rahmadsyah
10.    Zulkifli Yusuf
11.    Nurhayati
12.    Drs. Zakaria
13.    Bukhari, S. Sos
14.    A. Haris, S. Sos
15.    M. Irsyadi, S. Sos., MSP
16.  Tarmizi, SE
 
Sebelumnya Kecamatan Banda Sakti termasuk dalam Kecamatan Muara Dua yang berada dalam lingkup Kabupaten Aceh Utara yang terbentuk pada tahun 1965 dengan Undang-undang Nomor 02 tahun 2001 tentang Pembentukan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Kecamtan Banda Sakti kemudian berada dalam wilayah kerja Kota Lhokseumawe bersama-sama dengan Kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Muara Dua dan Kecamtan Blang Mangat.

Pada tanggal 28 Juli 2005 Kecamatan Muara Dua mulai dimekarkan dan kemudian lahir kecamatan baru di wilayah Kota Lhokseumawe yaitu Kecamatan Muara Satu melalui peraturan Daerah Kota Lhokseumawe nomor 22 tahun 2005 tentang Pembentukan Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.

sumber : rachmatsani.blogspot.com

Berita Terkait : Informasi Publik

    Copyright © 2019 - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe